Perubahan nama jalan Cikapundung Timur menjadi jalan DR. Ir. Sukarno

“ Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” – Ir.Sukarno

 

Penggalan diatas merupakan salah satu bukti kecerdasan pemikiran dari salah seorang pemimpin bangsa Indonesia, seorang perintis dan pendiri NKRI, atau kini lazim kita sebut sebagai Bapak Proklamator Republik Indonesia. Ya beliau adalah DR. Ir. Sukarno. Namun kini bukan tentang beliau yang akan dibahas dalam tulisan ini, disini akan dipaparkan sekilas tentang bentuk apresiasi warga kota Bandung kepada beliau. Ya ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan khusus bagi sosok yang selama ini kita ketahui bahwa banyak peristiwa yang beliau alami di kota kembang ini. Dari mula perjumpaannya dengan mojang Bandung bernama Inggit Garnasih, didikan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) yang membuatnya menjadi seorang insinyur, merasakan dingin dan pengapnya jeruji penjara Sukamiskin dan penjara Banceuy, dan juga pertemuannya dengan seorang Marhaen yang telah membuatnya menemukan faham perjuangan. Banyak juga bangunan hasil karyanya yang hingga kini masih kokoh berdiri di kota kembang ini, semisal Gedung Kembar, selain itu masih bnyak hal lain di kota ini yang menjadi jejak sejarah beliau di kota ini.

Inilah yang akhirnya menjadi dasar utama apresiasi dan penghargaan warga kota Bandung yang direpresentasikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Itu terwujud dalam perubahan nama jalan di pusat kota Bandung menggunakan namanya. Jalan itu adalah jalan Cikapundung Timur, jalan yang terletak persis di samping gedung Merdeka.

Tepat pada momen hari pahlawan, 10 November 2015 yang lalu, Ridwan Kamil sebagai orang nomor satu di Bandung telah meresmikan perubahan nama jalan Cikapundung Timur menjadi Jl. DR. Ir. Sukarno. Peresmian itu ditandai dengan pembukaan selubung papan nama jalan yang telah bertuliskan nama jalan yang baru. Hadir dalam peresmian tersebut perwakilan keluarga Ir. Sukarno, Guruh Sukarnoputra beserta rombongan, juga hadir pula Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.

Menurut Ridwan Kamil seperti dilansir kantor berita Antara, pemilihan lokasi Jalan Cikapundung Timur menjadi Jalan DR. Ir. Sukarno menurutnya karena letak jalan itu istimewa. Kang Emil menyebutkan ada tiga alasan jalan itu untuk jalan nama proklamator RI itu, yakni itu adalah jalan yang bermuara pada jalan Asia Afrika yang merupakan jalan pertama di Kota Bandung, terletak persis disamping Gedung Merdeka yang menjadi tempat Konferensi Asia Afrika yang menginspirasi persaudaraan Negara-negara Asia Afrika.

“Keistimewaan ketiga jalan itu dilintasi sungai Cikapundung yang merupakan “Ibu-nya” kehidupan di Kota Bandung” ujar Kang Emil.

Masih menurut lansiran kantor berita Antara, Kang Emil menjelaskan penamaan jalan DR. Ir. Sukarno dengan ejaan hurup “u” bukan dengan ejaan “oe” berdasarkan keinginan Sukarno sewaktu hidupnya yang sebenarnya ingin menggunakan ejaan “u”, karena ejaan “oe” dianggap sebagai ejaan dari penjajah.

Sementara itu menurut perwakilan dari keluarga Ir. Sukarno, Guruh Sukarnoputra, Bandung menjadi kota pertama yang memiliki nama jalan Ir. Sukarno tanpa Hatta. Hal ini menurutnya sangat membahagiakan dan sangat berterima kasih kepada warga Kota Bandung. Pada kesempatan itu, ia mengkritisi bila selama ini nama jalan yang ada selalu digandengkan menjadi jalan Soekarno Hatta. Meski memang dwitunggal, ujarnya namun sebenarnya tetap itu adalah dua karakter yang berbeda.

“Karakter Bung Karno dan Bung Hatta sendiri-sendiri, memang ia dwitunggal, tapi kenyataannya keduanya dua sosok bangsa dengan karakter sendiri-sendiri. Jangan sampai generasi muda menganggap Soekarno – Hatta itu satu sosok saja” katanya seperti yang dilansir kantor berita Antara.

Meski hujan deras mengguyur lokasi peresmian Jalan DR. Ir. Sukarno saat itu, namun para tamu Undangan, para pemuda dan pelajar yang hadir tetap khidmat mengikuti acara tersebut.

Jadi, sudah pernahkah anda melewati Jalan DR. Ir. Sukarno tersebut ??