Apa yang terlintas dibenak anda ketika mendengar bahkan melewati jalan Cikapundung Timur samping gedung merdeka periode sebelum tahun 2015 ?? macet, kumuh, dan setumpuk kata-kata negatif lain pasti terlontar dari benak anda. Ya memang itulah keadaan yang tampak di sekitaran jalan yang juga berada di samping bantaran sungai cikapundung yang membelah kota kembang ini. Padahal keberadaannya ada di tengah-tengah kota Bandung yang juga menjadi pusat keramaian, selain itu jalan ini tepat berada di samping situs bersejarah yang telah diakui secara internasional, sebagai salah satu cagar budaya yang dimiliki Indonesia, yaitu Gedung Merdeka atau juga Gedung Konferensi Asia Afrika yang kini berfungsi menjadi Museum Konferensi Asia Afrika.

Eits… tapi itu dulu pada saat sebelum dijadikan salah satu target revitalisasi oleh walikota Ridwan Kamil. Cikapundung Timur sekarang sangat jauh berbeda bahkan membuat kita lupa akan kondisi Cikapundung Timur medio sebelum 2015. Ya jalan Cikapundung Timur yang tempo itu menjadi tempat parkir umum kini wajahnya sudah berubah drastis menjadi sebuah jalan yang sangat ramah terhadap para pejalan kaki dan mereka yang sekedar ingin berfoto ria, tentunya ditujukan bagi para pelancong domestik maupun asing yang sengaja berkunjung ke pusat kota.

Jalan Cikapundung Timur merupakan salah satu tempat yang menjadi target sasaran revitalisasi pemerintah kota Bandung dalam rangka menyambut pelaksanaan kegiatan Konferensi Asia Afrika 2015, yang diadakan pada bulan April lalu. Selain karena posisinya yang tepat berada disamping Gedung Merdeka, juga karena ini merupakan salah satu agenda walikota Bandung yang ingin mewujudkan tersedianya ruang publik bagi masyarakat kota Bandung. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya pada periode sebelum Kang Emil ( sapaan akrab walikota Bandung, Ridwan Kamil ) menjabat, kota bandung sangat minim fasilitas umum, terutama taman-taman kota. Meskipun ada kondisinya sangat memprihatinkan, terbengkalai, tak terurus, juga kumuh.

Kini perubahan yang terjadi Cikapundung Timur adalah perubahan konsep yang awalnya merupakan jalan raya beraspal yang diperuntukkan bagi kendaraan berlalu lalang, kini dirubah menjadi jalan tertutup bagi kendaraan dan hanya diperuntukkan bagi para pejalan kaki. Jalan beraspal pun dirombak menjadi “coran” yang dibentuk sedemikian rupa hingga mampu menipu kita dan membuat kita menyangka jika itu adalah batu alam yang disusun seperti yang terjadi pada jalan Braga. Selain perubahan pada konsep jalannya disana pun dibangun taman yang sangat nyaman bagi anda yang ingin sekedar melepas penat di tengah keramaian pusat kota. Disana telah tersedia bangku taman, kolam ikan, toilet umum, mushola dan tentu rerimbunan pohon yang membuat udara begitu segar. Namun satu fasilitas yang sangat sayang anda lewatkan adalah air mancurnya yang menyembur secara berkala ditambah permainan warna yang dipancarkan dari lampu-lampu LED yang sudah dirancang sedemikian rupa menambah keasyikan tersendiri bagi para pengunjung yang datang pada malam hari.

Ya itulah sedikit gambaran terkini jalan Cikapundung Timur yang sudah ditetapkan menjadi area “pedestrian” dan juga taman kota yang diberi nama Cikapundung Riverspot. Kini suasana di Cikapundung Timur tak lagi seseram dan sekumuh dulu, bahkan kini disana menjadi spot selfie favorit para wisatawan.

Oleh karena itu bagi anda yang belum pernah mengunjungi jalan Cikapundung Timur terkini, cobalah kunjungi untuk sekedar melepas penat, berekreasi bersama keluarga atau berkencan bersama pasangan anda. Silahkan anda lihat dan nilai sendiri perubahan yang terjadi disana. Enjoy it now :)