Dikutip dari Berita Detik.Com sepertinya informasi ini menarik, menarik karena mungkinkah iklan ini nyata dan benar-benar dijual. Secara tempat-tempat tersebut kan milik pemerintah kota Bandung.

Berikut ini adalah Cuplikan Beritanya, yang diambil dari link http://news.detik.com/bandung/read/2014/03/20/155230/2531872/486/kebun-binatang-dan-sabuga-bandung-dijual-di-dunia-maya?nd771104bcj :

Iklan Sabuga Bandung Dijual
Iklan Sabuga Bandung Dijual

Iklan Sabuga Bandung Dijual

Bandung – Penjualan sebidang tanah yang di atasnya berdiri Kebun Binatang Bandung, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) dan Hutan Kota Babakan Sliwangi terpampang di salah satu situs jual beli online. Dalam iklan tersebut tertulis tanah seluas 12,22 hektar tersebut akan dijual Rp 7 juta per meter.

Dalam situs berniaga.com, iklan tersebut terpampang dengan judul ‘Tanah Tengah Kota Harga Pinggir Kota’. Iklan itu pertama kali diposting pada 12 Maret 2014 lalu pada pukul 09.45 WIB oleh pemilik akun Apitoadi.

Tidak ada foto yang secara gamblang menunjukan foto ketiga area yang masih hijau di Kota Bandung tersebut. Penjual hanya menyertakan peta dari citra satelit yang menggambarkan posisi tanah yang akan dijual. Dalam keterangannya, tanah tersebut memiliki luas 122.200 meter persegi.

Keterangan tanah yang akan dijual cukup panjang. Penjual menuliskan sejarah tanah yang diklaim bahwa tanah tersebut awalnya dibeli oleh Raden Paiman pada tahun 1921 di kawasan Taman Sari dan belakangan dijadikan Kebun Binatang.

“Oleh Rd. Paiman, tanah tersebut didaftarkan ke Landrente Kantor, dengan Register No. 257, tgl 12Mar30 untuk dibuatkan Surrat Kepemilikan Hak Milik Adat atas tanah tersebut. Tgl 23Mar32, Surat Asli Hak Milik Adat tersebut keluar an. Ny. ENIS, berupa surat Zegel thn 1930 & Surat Letter C No. 417. Awal thn 1922, Rd. Paiman membeli lagi tanah yang sekarang terkenal dengan nama Babakan Siliwangi & sebagian dari tanah tsb dipakai BATAN seluas 5Ha & Babakan Siliwangi termasuk Sabuga 13 Ha. Verceel No.12 Letter C No.15 dengan luas seluruhnya 17,9 hektar,” begitu sebagian keterangan yang tertulis dalam iklan tersebut.

Di akhir postingannya, Apitoadi menuliskan keterangan lahan tersebut akan dijual dengan harga Rp 7 Juta per meter persegi lengkap dengan nomor kontaknya.

Related Posts